Nobar GenderIT: Bombshell

Hedy Lamarr, seorang perempuan emigran Yahudi Austria, adalah penemu sistem komunikasi rahasia menggunakan loncatan frekuensi yang menjadi basis teknologi Wifi, GPS, dan Bluetooth. Namun selama hidupnya, kecerdasan Lamarr direndahkan. Media melulu menulis tentang kehidupan cinta dan penampilannya — sama sekali tidak membahas kecerdasan dan penemuannya

Nobar & diskusi GenderTech
Bombshell: The Story of Hedy Lamarr
☞ Jumat, 22 November 2019, pk.18.30-21.00
C2O library & collabtive, Jl. Dr. Cipto 22 Surabaya

Kontribusi Rp25.000, mendapatkan kopi/teh.

Hedy Lamarr, seorang emigran Yahudi Austria, aktor yang pernah disebut MGM sebagai “the world’s most beautiful woman” adalah penemu sistem komunikasi rahasia yang menggunakan loncatan frekuensi untuk memandu misil bawah laut dengan kontrol radio tanpa diketahui musuh Nazi Jerman saat Perang Dunia.

Namun selama hidupnya, kecerdasan Lamarr direndahkan oleh khalayak. Media terus menulis tentang kehidupan cintanya dan penampilannya — tapi sama sekali tidak membahas kecerdasannya dan penemuannya, meskipun konsep tersebut telah ia patenkan di tahun 1941 bersama komposer George Antheil. Padahal sekarang, penemuannya digunakan sebagai basis teknologi Wifi, GPS, dan Bluetooth. Ketika Lamarr menua — di tengah norma umum, khususnya industri film dan media di mana perempuan dianggap habis nilainya seiring dengan bertambahnya usia — ia menjadi bahan gosip dan lelucon yang hampir dihilangkan dari sejarah.

Film dokumenter yang dibuat oleh Alexandra Dean menunjukkan rumitnya politik seksualitas, gender, media dan teknologi. Bombshell: The Hedy Lamarr Story tayang perdana di Tribeca Film Festival 2017, memperoleh banyak penghargaan di berbagai festival film dan dinobatkan sebagai Film Dokumenter Terbaik oleh New York Film Critics Online.

Akan diputar di C2O sebagai salah satu program GenderTech yang diselenggarakan oleh PERIN+1S.

Leave a Reply